Genteng merupakan elemen vital pada hunian. Sebab selain dari fungsinya untuk melindungi rumah dari hujan dan terik matahari, genteng juga rawan terhadap runtuhan pohon serta angin kencang. Mengingat di Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi, tidak ada salahnya untuk waspada.

 

Angin juga bisa menyebabkan terjadinya kerusakan rumah, terutama bila terjadi angin kencang. Pada umumnya kerusakan yang dapat terjadi pada bangunan rumah adalah elemen bangunan terhempas lepas dari tempatnya, seperti genteng dan lembaran penutup atap lepas dari rangka atap. Pilihan genteng pun turut memiliki peran untuk menjaga hunian dari angin kencang.

 

Tips mengurangi resiko angin kencang :

 

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang sering dilanda angin kencang, pastikan selalu memiliki perencanaan rumah. Perencanaan pembangunan perlu disesuaikan dengan matang agar aman terhadap angin kencang. Ada beberapa syarat-syarat ketika merencanakan desain rumah di daerah yang sering dilanda angin kencang.

 

Dengan menerapkan syarat-syarat tersebut, setidaknya bisa mengurangi resiko yang membahayakan ketika terjadinya angin kencang.

 

Syarat umum rumah tahan angin

 

1. Memiliki perlindungan alami, berupa pepohonan untuk mengurangi kecepatan angin yang datang.

2. Tata letak rumah disesuaikan dengan keadaan alam, misal pada daerah pegunungan, daratan, dan tepi pantai.

3. Memilih genteng yang kuat menahan tiupan angin. Bila terbuat dari bahan yang ringan maka harus diikat erat pada rangka atapnya.

4. Perhatikan bentuk & kemiringan atap karena hal ini berpengaruh terhadap beban angin yang diterima oleh permukaan atap.

5. Rangka rumah harus kuat & saling mempunyai ikatan yang baik antara sloof, kolom, dan ring balk.

 

Mungkin beberapa orang menilai bahwa genteng berbobot ringan lebih rawan terdampak angin kencang. Padahal jika baut dan sekrup dipasang dengan baik keseluruhan atap akan aman.

Kualitas atap juga memiliki peran yang penting, untuk itu ada alternatif genteng ringan terbaik yang sudah teruji kuat untuk menahan terpaan angin kencang dengan baik, yaitu atap bitumen Onduvilla dari Onduline. Hal ini karena genteng Onduvilla hanya memiliki bobot 1,27kg/lembar (4kg per meter persegi). Genteng ringan ini juga dapat dipasang dengan mudah karena tidak diperlukan struktur rangka yang berat untuk menopang atap. Dapat diaplikasikan menggunakan rangka baja ringan dan cocok untuk wilayah dengan struktur tanah yang tidak rata/berbukit. Selain itu genteng lebih tahan angin hisap/tekan sehingga cocok untuk wilayah rawan angin kencang dan bisa menahan angin hingga 346 kilometer per jam.

 

Itulah beberapa tips untuk mencegah atap rumah agar lebih kokoh menahan angin kencang. Selain memperhatikan bentuk dan kemiringan atap, pemilihan jenis genteng yang tepat juga dapat menjadi solusi praktis.