Atap sebagai ruang terbuka hijau dapat menjadi upaya penghijauan alternatif dengan memaksimalkan area terbatas. Ruang terbuka hijau ini dapat diupayakan tanpa perlu menambah lahan baru sehingga dapat diaplikasikan di pemukiman wilayah perkotaan. Selain itu, atap ruang hijau sebagai atap ramah lingkungan dapat juga memberi kontribusi positif terhadap lingkungan secara signifikan.
Fungsi atap ruang terbuka hijau antara lain :
Mengurangi panas berlebih agar di dalam rumah tetap sejuk Tanaman yang berada pada atap rumah juga berfungsi sebagai penutup atau pelapis atap sehingga dapat mengurangi panas berlebih, dan membuat rumah terasa lebih nyaman dan sejuk.
Peredam suara yang efektif Tidak perlu menambahkan tambahan peredam khusus pada rumah Anda, dengan adanya tanaman pada atap rumah Anda, menjadikan alat peredam alami yang dapat mengurangi suara bising sewaktu hujan.
Menyerap air hujan secara optimal Ketika hujan tiba, tanaman pada bagian atap rumah dapat menyerap sebagian air hujan sehingga dapat mengurangi konsentrasi air yang dapat menyebabkan genangan air di sekitar rumah Anda.
Meningkatkan kadar oksigen di udara & filter alami terhadap polusi udara Dengan kemampuan menyerap zat-zat berbahaya seperti karbon dioksida, karbon monoksida, dan zat lainnya, tanaman juga dapat melepaskan oksigen pada malam hari sehingga dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak di malam hari, dan membuat Anda bangun lebih segar di pagi hari.
Penerapan atap ruang hijau di Indonesia hingga saat ini belum banyak diimplementasikan, karena faktor pembiayaan dan ketelitian dalam pengerjaan atap. Jika penerapan atap ruang hijau dapat diterapkan pada bangunan perkotaan, secara otomatis dapat menjadi salah satu solusi dalam mengantisipasi bencana banjir, menjaga kualitas air dan udara, serta mengurangi dampak perubahan iklim.
Salah satu area yang sering terlewatkan untuk dimanfaatkan sebagai ruang hijau adalah atap dak. Anda juga dapat memanfaatkan atap dak untuk menjadi taman, tempat berkumpul, tempat kerja, ataupun tempat lainnya sesuai keinginan. Tentu saja untuk mewujudkan taman atap yang aman dan nyaman perlu didukung dengan perencanaan dan struktur atap yang memadai. Salah satu faktor penentu agar atap ruang hijau dapat diimplementasikan pada atap rumah adalah memastikan agar atap dak tidak menyerap air sewaktu hujan dan mengakibatkan rembesan dan kebocoran.
Untuk mencegah kebocoran pada atap, Anda dapat menggunakan lapisan kedap air (waterproofing) dari Onduline, yaitu Bituline. Pelapis ini berbentuk lembaran bitumen yang dilengkapi dengan serat penguat berbahan Polyester dan lapisan Polymer. Diaplikasikan dengan cara dibakar dengan gas torch, untuk bidang atap datar maupun miring pada dak beton, roof garden, teras, permukaan ruang bawah tanah atau kolam renang. Berfungsi untuk melindungi permukaan beton dari rembesan air sewaktu hujan yang bisa menyebabkan kebocoran pada dinding dan plafon bangunan Anda.
Semoga inspirasi desain dan penjelasan mengenai konsep atap ruang hijau ini dapat bermanfaat bagi Anda. Dengan mengaplikasikan desain atap jenis ini, Anda bisa membuat rumah menjadi lebih ramah lingkungan sekaligus membantu mengurangi pemanasan global.